Regulasi18 Okt 20262 menit baca
Tabel B.1 vs B.2 RKK Tidak Sinkron: Risiko Gugur Tender
Dua tabel dalam Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) ini terlihat sepele — sampai evaluator membandingkannya baris demi baris. Ketidakcocokan redaksi pengendalian risiko antara keduanya adalah cacat yang mudah ditemukan dan mahal akibatnya.
Daftar isi
Aturan mainnya
Sub-Lampiran D Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 mengatur format RKK untuk penawaran pekerjaan konstruksi. Intinya: Tabel B.1 memuat identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian, dan peluang (IBPRP); Tabel B.2 memuat rencana tindakan sasaran dan program khusus. Kolom pengendalian risiko pada Tabel B.2 wajib sinkron — secara substansi maupun redaksi — dengan Kolom 6 Tabel B.1. Uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya juga harus mengacu pada LDP/KAK yang ditetapkan pokja, bukan salinan dari proyek lain.
Contoh kesalahan yang nyata terjadi
| Kolom 6 Tabel B.1 (IBPRP) | Tabel B.2 (Rencana Tindakan) | Penilaian |
|---|---|---|
| Memasang rambu peringatan dan barikade pengaman galian | Menggunakan APD lengkap (helm dan sepatu keselamatan) | Tidak sinkron — pengendalian berbeda substansi |
| Pengaturan lalu lintas satu arah pada akses kerja | Pengaturan lalu lintas satu arah pada akses kerja | Sinkron — aman |
Pada baris pertama, bahaya galian dikendalikan dengan rambu dan barikade di B.1, tetapi B.2 justru menyebut APD. Secara keselamatan keduanya masuk akal, tetapi sebagai dokumen penawaran keduanya tidak konsisten — dan inkonsistensi inilah yang dinilai.
Mengapa evaluator mengetatkannya
- RKK adalah dokumen komitmen: inkonsistensi internal menunjukkan dokumen disusun asal tempel, bukan dari analisis bahaya pekerjaan yang sebenarnya.
- Format baku memudahkan perbandingan antar peserta; penyimpangan redaksi menyulitkan evaluasi yang adil.
- Ketidaksesuaian dengan LDP/KAK berarti peserta tidak membaca dokumen pemilihan — indikator risiko pelaksanaan.
Cara memperbaiki sebelum penawaran dikirim
- Buka LDP/KAK paket yang diikuti; pastikan uraian pekerjaan di B.1 merujuk ke sana.
- Salin teks Kolom 6 Tabel B.1 ke kolom pengendalian risiko Tabel B.2 baris demi baris — jangan menulis ulang dengan kata-kata sendiri.
- Periksa ulang setelah revisi terakhir: perubahan satu tabel wajib diikuti tabel lainnya.
- Bila tersedia, jalankan pemeriksaan otomatis terhadap draf RKK Anda; modul audit ReviuTender membandingkan kedua tabel dan menandai baris yang tidak cocok beserta saran perbaikannya.
Biaya memperbaikinya sepuluh menit kerja administrasi. Biaya melewatkannya bisa satu paket pekerjaan yang gugur di evaluasi teknis.
↑ Kembali ke atas